Masyarakat Adat Terancam.Rakyat Papua Dengan Tegas Menolak Rencana Presiden Prabowo Subianto untuk Menanam kelapa sawit di Tanah Papua
![]() |
| Perabowo Subianto Presiden RI |
Berdasarkan wawancara dan laporan yang diterima www.AP.com dari berbagai tokoh masyarakat, perwakilan gereja, dan lembaga bantuan hukum (LBH) dari tanggal 17 hingga 20 Desember 2025, masyarakat akar rumput, sebagai pemilik sah tanah leluhur di Bumi Cenderawasih, provinsi paling timur Indonesia, menyatakan keberatan mereka terhadap keinginan Presiden untuk kembali menggalakkan penanaman kelapa sawit di Tanah Papua. Alasan utama penolakan ini adalah kekhawatiran akan hancurnya tatanan kehidupan Rakyat orang asli Papua.jelasnya.
![]() |
| Ruang Rapat Keperesidenan Pada saat Arahan Peresiden Prabowo kepada Parah Gubernur dan Parah Bupati Se Tanah Papua |
Penolakan terhadap kebijakan ini tidak hanya disuarakan oleh masyarakat akar rumput, tetapi juga datang dari berbagai lembaga berpengaruh dan tokoh masyarakat terkemuka. Arahan Presiden ini telah tersebar luas melalui siaran Youtube TV ONE, menjadikannya topik diskusi publik yang hangat.
Gelombang penolakan ini datang dari berbagai lapisan masyarakat di Tanah Papua, seperti yang diungkapkan oleh Tokoh Dokter dr. Alwisus Giyai, yang secara tajam mengkritik intervensi Jakarta dalam mengatur tatanan kehidupan Orang Asli Papua. dan Selain itu, para Aktivis Kemanusiaan (HAM), Aktivis Kemahasiswaan, perwakilan gereja, dan LBH di setiap kabupaten di Tanah Papua secara konsisten menyuarakan penolakan terhadap setiap bentuk kerusakan hutan adat Papua. Banyak dari rakyat asli peribumi Papua yang bersatu dalam penolakan keras ini. Jelasmereka.
Penolakan ini didasarkan pada berbagai alasan yang mendalam, terutama karena kehidupan Orang Asli Papua sangat bergantung pada kelestarian hutan dan alam Papua yang kaya. Hingga saat ini, banyak konsesi sawit dan kegiatan penambangan ilegal seperti emas dan nikel, serta operasi perusahaan kayu dan kelapa sawit, telah sangat mendominasi dan menguasai Tanah Papua.
Masyarakat Papua juga telah menyaksikan dan memahami betul dampak kerusakan hutan dan lingkungan di Provinsi Sumatera Barat dan Utara, termasuk Aceh, yang telah mengakibatkan banyak penderitaan dan korban di kalangan rakyat kecil Indonesia. Oleh karena itu, Jelas mereka menegaskan bahwa Papua sangat mungkin mengalami nasib serupa dengan kejadian di Sumatera jika kebijakan ini terus dilanjutkan.
Dengan demikian, keputusan Presiden Prabowo terkait penanaman sawit di Papua harus secara mutlak dicabut dan ditolak demi keberlanjutan hidup dan martabat masyarakat adat Papua.tutupnya.(*).



Posting Komentar untuk "Masyarakat Adat Terancam.Rakyat Papua Dengan Tegas Menolak Rencana Presiden Prabowo Subianto untuk Menanam kelapa sawit di Tanah Papua"