Pengiriman Pasukan TNI Di Papua Tengah Membuka Rencana Enam Batalyon - AWYEEPAPUA

Breaking News

Jumat, 16 Oktober 2026

Pengiriman Pasukan TNI Di Papua Tengah Membuka Rencana Enam Batalyon

Pasukan TNI di Bandar udara Dow aturure Nabire Papua Tengah (Foto:Ist)

NABIRE, AWIYEEPAPUA .COM — 11 Oktober 2026 — Penguatan satuan TNI di Provinsi Papua Tengah terus berlangsung menyusul rencana pembentukan enam Batalyon Teritorial Pembangunan (TP) tambahan di enam kabupaten.
Berdasarkan keterangan Danrem 173/PVB Brigjen TNI Vivin Alvianto yang diberitakan ANTARA pada 13 Oktober 2026, TNI menyiapkan sekitar 2.700 prajurit untuk enam batalyon tersebut. Setiap batalyon direncanakan memiliki sekitar 450 prajurit.
Enam kabupaten yang menjadi lokasi penempatan adalah Dogiyai, Deiyai, Paniai, Puncak, Puncak Jaya, dan Intan Jaya.

 Sebelumnya, Papua Tengah telah memiliki Batalyon TP 804 di Nabire dan Batalyon TP 820 di Mimika. Dengan penambahan enam batalyon, seluruh delapan kabupaten di Papua Tengah direncanakan memiliki satu batalyon teritorial.

Mobil terek Milik TNI bandar Dow aturure (Foto:Ist)

Pasukan Mulai Berdatangan
Menurut keterangan TNI, pasukan untuk enam batalyon tambahan mulai berdatangan secara bertahap sejak 9 Oktober 2026 dan untuk sementara ditempatkan di Nabire serta Mimika karena fasilitas markas di kabupaten tujuan belum seluruhnya siap.
Pasukan yang disiapkan untuk Dogiyai, Deiyai, dan Paniai secara bertahap berada di Nabire. Sementara pasukan untuk Puncak, Puncak Jaya, dan Intan Jaya sebagian telah berada di Mimika. Setelah fasilitas dan markas siap, pasukan akan digerakkan menuju kabupaten masing-masing.


Kekhawatiran Masyarakat Sipil
Di tengah peningkatan kehadiran pasukan, situasi tersebut menjadi perhatian sebagian masyarakat sipil dan kelompok masyarakat di Papua Tengah. Kekhawatiran terutama berkaitan dengan dampak keamanan terhadap masyarakat yang tinggal di wilayah yang selama ini mengalami konflik bersenjata.
Pada 15 Oktober 2026, misalnya, Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Moni (IPMMO) Se-Jawa dan Bali menyatakan penolakan terhadap penempatan pasukan TNI nonorganik di Distrik Wandae, Kabupaten Intan Jaya. Mereka menyerukan agar persoalan keamanan juga ditangani dengan pendekatan dialog dan kemanusiaan serta meminta perhatian terhadap keselamatan masyarakat sipil.

Bebera Mobil Milik TNI di Bandara Dow aturure ( Foto:Ist)
Perlu Verifikasi Rincian Penerbangan
Pemantauan lapangan yang menyebut adanya penerbangan Wings Air dan Batik Air yang membawa personel maupun perlengkapan militer perlu diverifikasi lebih lanjut melalui data penerbangan, keterangan otoritas bandara, TNI, atau dokumentasi lapangan yang dapat diperiksa secara independen.


Karena itu, rincian mengenai jumlah penerbangan dan jumlah personel yang tiba di Bandara Douw Aturure sebaiknya ditulis sebagai hasil pemantauan atau kesaksian lapangan, bukan sebagai angka yang sudah terkonfirmasi secara resmi.
Sementara itu, informasi mengenai 2.700 prajurit untuk enam Batalyon TP telah dikonfirmasi melalui keterangan resmi Danrem 173/PVB.


Editor:Admin Redaksi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar